[ad_1]
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5374926/original/024599200_1759907190-aubH3BQtRj.jpg)
1. Sumbatan Saluran Eustachius
Saat flu, lendir dan pembengkakan di hidung menutup saluran eustachius yang menghubungkan tenggorokan dan telinga. Akibatnya, tekanan udara di telinga tidak seimbang dan menimbulkan sensasi bindeng.
2. Penumpukan Lendir di Telinga Tengah
Flu menyebabkan produksi lendir meningkat dan bisa masuk ke area telinga tengah. Cairan ini membuat suara terasa teredam dan telinga terasa penuh.
3. Peradangan Akibat Infeksi Saluran Pernapasan Atas
Infeksi virus flu bisa menyebabkan peradangan di saluran pernapasan atas yang memengaruhi fungsi telinga. Pembengkakan jaringan di sekitar telinga mempersempit saluran udara dan mengganggu pendengaran.
4. Meniup Hidung Terlalu Keras
Saat flu, meniup hidung dengan kuat dapat mendorong lendir masuk ke saluran eustachius. Hal ini membuat tekanan di telinga meningkat dan menimbulkan rasa tidak nyaman.
5. Perubahan Tekanan Udara
Naik pesawat, menyelam, atau berada di dataran tinggi saat sedang flu dapat memperburuk telinga bindeng. Tekanan udara yang berubah cepat sulit diseimbangkan karena saluran eustachius tersumbat.
6. Paparan Asap Rokok
Asap rokok memperburuk peradangan di saluran napas dan menambah risiko tersumbatnya saluran eustachius. Ini membuat telinga lebih mudah terasa penuh dan berdengung saat flu.
7. Infeksi Telinga Tengah (Otitis Media)
Bila lendir dan cairan terperangkap terlalu lama, bisa berkembang menjadi infeksi telinga tengah. Kondisi ini menimbulkan rasa nyeri, bindeng, bahkan gangguan pendengaran sementara.
[ad_2]

Leave a Reply