[ad_1]
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154974/original/037353600_1741423961-b5ef805daa465420c010a82666d2155c.jpg)
1. Gangguan Menstruasi
Mengutip situs Hermina Hospitals, KB suntik dapat membuat siklus haid menjadi tidak teratur, bahkan ada yang berhenti sama sekali. Kondisi ini terjadi karena hormon progesteron menipiskan lapisan rahim.
2. Kesuburan Kembali Lambat
Setelah berhenti KB suntik, tubuh biasanya butuh waktu hingga sekitar 10 bulan agar kesuburan kembali normal. Karena itu, metode ini kurang cocok bagi yang ingin cepat hamil setelah lepas kontrasepsi.
3. Menurunkan Kepadatan Tulang
Penggunaan jangka panjang dapat mengurangi kepadatan tulang, terutama pada wanita muda atau yang sudah menopause. Risiko ini bisa diminimalkan dengan asupan kalsium dan vitamin D.
4. Sakit Kepala
Sebagian wanita mengalami sakit kepala akibat perubahan hormon dari KB suntik. Jika berlanjut dan parah, sebaiknya konsultasi dengan dokter untuk mempertimbangkan metode lain.
5. Tidak Membantu Mengatasi Jerawat
Berbeda dengan pil KB, suntik KB tidak memiliki kombinasi hormon estrogen yang bisa mengurangi jerawat. Jadi, kontrasepsi ini tidak bisa diandalkan untuk memperbaiki kondisi kulit.
6. Perut Kembung dan Kram
Hormon progesteron dalam KB suntik dapat memperlambat kerja usus sehingga menimbulkan kembung. Selain itu, cairan tubuh bisa menumpuk di perut, payudara, dan paha sehingga terasa tidak nyaman.
[ad_2]

Leave a Reply