[ad_1]
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4126114/original/094332300_1660651208-ezgif.com-gif-maker__1_.jpg)
Kue cucur adalah jajanan tradisional berbentuk bundar pipih dengan bagian tengah yang tebal dan pinggiran yang tipis bergerigi. Teksturnya berserat dan bersarang di bagian dalam, sementara bagian luarnya renyah. Rasa kue cucur manis legit dengan aroma gula merah yang khas.
Sejarah kue cucur dapat ditelusuri hingga masa lampau di berbagai daerah di Nusantara. Konon, kue ini berasal dari suku Betawi di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Nama “cucur” sendiri berasal dari bahasa Betawi yang berarti “kucur” atau “mengucur”, merujuk pada cara pembuatannya di mana adonan dituang atau dikucurkan ke dalam minyak panas.
Meski demikian, kue cucur juga dikenal di berbagai daerah lain di Indonesia dengan nama yang berbeda-beda. Di Sumatera Barat, kue ini dikenal sebagai “pinyaram” atau “paniaram”. Sementara di Sulawesi Selatan, kue cucur disebut “ta’lolo”. Bahkan, kue serupa juga dapat ditemukan di negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Malaysia (kuih cucur), Brunei Darussalam (penyaram), dan Thailand (khanom fak bua).
Dalam tradisi Betawi, kue cucur sering disajikan dalam berbagai acara adat seperti pernikahan, khitanan, atau selamatan. Kue ini dianggap sebagai simbol kemakmuran dan keberkahan. Selain itu, kue cucur juga populer sebagai jajanan pasar yang dijual di warung-warung tradisional atau pasar pagi.
[ad_2]

Leave a Reply