loading…
AI jadi bagian penting bagi produk-produk terbaru LG Indonesia. Foto: LGEIN
Benang merahnya satu: kecerdasan buatan. Pengikatnya satu aplikasi: LG ThinQ.
“AI bukan lagi sekadar fitur, melainkan jantung dari seluruh ekosistem produk kami,” kata Ha Sang-chul, Presiden LG Electronics Indonesia.
Satu aplikasi, satu genggaman
ThinQ diperkuat. Semua perangkat LG diatur dari satu antarmuka. Contohnya begini. TV menyala buat nonton film. AC otomatis menyesuaikan suhu.
Mesin cuci selesai? Ponsel langsung dapat notifikasi. Udara kotor? Pemurni udara naikkan daya hisap sendiri. Rumah yang “ngerti” penghuninya.
TV: perang kecerahan dan warna
Ini bagian paling ramai. Semua TV premium 2026 dapat webOS Re:New — update berkala selama 5 tahun. Plus perintah suara bahasa Indonesia (AI Voice Command), pengenal suara (AI Voice ID with My Page), dan keamanan LG Shield.
Menariknya, AI Voice Command ini paham bahasa Indonesia sehari-hari. Tidak perlu perintah kaku. Dan digarap dengan melibatkan talenta R&D lokal.
Jajarannya:
OLED evo AI G6. Paling atas. Pakai Hyper Radiant Color, sertifikat Reflection-Free Premium, prosesor AI alpha 11 Gen3.
Kecerahannya sampai 3,9 kali generasi sebelumnya. Desain Flush-fit Gallery — nempel rata ke dinding tanpa celah. Gambar 4K di 165Hz.
OLED evo AI C6. Ukuran 42 sampai 83 inci. Ada Brightness Booster, prosesor sama, Perfect Black dan Perfect Color. Juga 4K 165Hz. Buat gamer, ini serius.
MRGB evo AI. Kategori LCD premium yang benar-benar baru di Indonesia. Dua jenis: Mini RGB (seri MRGB86, 65–86 inci) dan Micro RGB (seri MRGB96, 100 inci).
Yang 100 inci itu baru diperkenalkan di CES 2026. Ditenagai Dual AI Engine (alpha 11 Gen3). Kantongi sertifikat Intertek: cakupan warna 100 persen di tiga standar sekaligus — BT.2020, DCI-P3, dan Adobe RGB.

Leave a Reply