Putus dari sebuah hubungan tidak hanya berdampak pada kondisi emosional, tetapi juga dapat menimbulkan risiko terhadap keamanan digital.
Kaspersky mengingatkan bahwa berbagai akun, perangkat, hingga layanan digital yang sebelumnya digunakan bersama pasangan perlu segera ditinjau kembali untuk mencegah pelacakan, penyalahgunaan akses, maupun kebocoran data pribadi.
Menurut Kaspersky, di era digital saat ini banyak pasangan berbagi akun layanan streaming, penyimpanan cloud, metode pembayaran, hingga perangkat rumah pintar. Setelah hubungan berakhir, akses-akses tersebut sering kali tetap aktif apabila tidak dicabut secara manual.
“Fase pasca selesai dari sebuah hubungan tidak secara otomatis memutuskan ikatan digital Anda. Akses apa pun yang Anda berikan satu sama lain tetap menyala secara aktif sampai seseorang mematikannya secara manual,” kata Kaspersky dalam panduan yang dirilis pada 24 Juli 2026.
Perusahaan keamanan siber itu menilai, meski sebagian besar mantan pasangan tidak berniat menyalahgunakan akses tersebut, kondisi tersebut tetap dapat memunculkan situasi yang tidak nyaman hingga risiko keamanan yang lebih serius.
Kaspersky Ungkap Pentingnya Menjaga Keamanan Digital Setelah Putus
Kaspersky mencontohkan sebuah kasus yang dibagikan oleh konsultan hubungan Susan Winter. Salah satu kliennya diketahui masih dapat dipantau oleh mantan pasangan melalui akun OpenTable yang sebelumnya digunakan bersama.
Karena akses tidak pernah dicabut, mantan pasangan dapat melihat riwayat reservasi restoran, lokasi yang dikunjungi, hingga jumlah orang yang ikut dalam reservasi tersebut. Situasi itu membuat korban merasa terus diawasi dan kehilangan privasi.
Untuk menghindari kondisi serupa, Kaspersky menyarankan pengguna segera melakukan pemeriksaan terhadap seluruh layanan digital yang pernah digunakan bersama.
Daftar Tips Keamanan Digital Pasca Putus Menurut Kaspersky
Kaspersky membagikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keamanan digital setelah hubungan berakhir.
1. Keluar dari Semua Perangkat yang Pernah Terhubung
Pengguna disarankan memeriksa daftar perangkat yang masih login pada media sosial, email, aplikasi pesan, maupun layanan penting lainnya. Selanjutnya keluarkan seluruh perangkat yang bukan milik sendiri.
2. Segera Ganti Kata Sandi
Kaspersky merekomendasikan mengganti password seluruh akun penting, terutama apabila pasangan mengetahui kata sandi tersebut atau jika password yang digunakan memiliki kaitan dengan hubungan sebelumnya.
Pengguna juga diminta memperbarui alamat email maupun nomor telepon pemulihan akun agar tidak lagi terhubung dengan mantan pasangan.
Untuk meningkatkan keamanan, Kaspersky menyarankan penggunaan password manager yang mampu membuat kata sandi unik untuk setiap akun sekaligus menyimpannya secara aman.
3. Periksa Otentikasi Dua Faktor (2FA)
Pastikan seluruh kode verifikasi hanya dikirim ke perangkat pribadi.
Selain itu, hapus perangkat mantan pasangan dari daftar perangkat terpercaya pada akun Apple maupun Google.
4. Pisahkan Akun Apple dan Google
Apabila sebelumnya menggunakan akun Apple atau Google secara bersama, pengguna diminta segera memisahkan akun tersebut.
Pengguna juga perlu menonaktifkan fitur Family Sharing, sinkronisasi iCloud, pencadangan data, hingga album foto bersama agar tidak ada informasi yang masih dapat diakses pihak lain.
5. Tinjau Langganan Digital
Layanan streaming, paket keluarga, maupun berbagai layanan berlangganan lain yang sebelumnya digunakan bersama sebaiknya dihentikan atau dipindahkan ke akun pribadi masing-masing.
6. Periksa Metode Pembayaran
Kaspersky juga mengingatkan pengguna untuk menghapus kartu kredit maupun kartu debit mantan pasangan yang masih tersimpan pada aplikasi marketplace, transportasi online, maupun layanan digital lainnya.
Sebaliknya, apabila kartu milik sendiri masih terhubung ke akun mantan pasangan, langkah paling aman adalah meminta penerbitan kartu baru.
7. Cabut Akses Rumah Pintar
Perangkat seperti kamera CCTV, bel pintu pintar, pelacak GPS, speaker pintar, hingga perangkat rumah pintar lainnya juga perlu diperiksa.
Akses mantan pasangan harus dicabut atau seluruh perangkat dipindahkan ke akun pribadi.
8. Tinjau Pengaturan Privasi
Kaspersky menyarankan pengguna secara berkala memeriksa pengaturan privasi seluruh akun digital agar hanya informasi yang memang ingin dibagikan saja yang dapat diakses orang lain.
Waspadai Tanda-Tanda Penguntitan Digital
Kaspersky juga mengingatkan pengguna untuk segera mencari bantuan apabila menemukan indikasi penguntitan digital atau stalkerware.
Perusahaan tersebut menyarankan korban menghubungi organisasi bantuan hukum maupun komunitas pendamping, sekaligus meminta dukungan keluarga dan teman dekat.
Bagi pengguna Android, Kaspersky menyediakan fitur Who’s Spying on Me yang memiliki beberapa fungsi keamanan, antara lain:
- Mendeteksi aplikasi stalkerware yang digunakan untuk memantau aktivitas pengguna secara diam-diam.
- Memindai perangkat guna menemukan pelacak lokasi tersembunyi.
- Memeriksa izin aplikasi yang berpotensi mengancam privasi pengguna.
Kaspersky menegaskan bahwa keamanan digital perlu menjadi perhatian, termasuk setelah hubungan pribadi berakhir.
“Sebagian besar waktu, tidak ada yang berencana untuk benar-benar mengeksploitasinya, namun hal itu masih dapat menyebabkan berbagai hal, mulai dari momen ketidaknyamanan hingga risiko nyata dilacak. Untuk itu sebagai pengguna kita harus tetap mengutamakan kewaspadaan dan menerapkan kebersihan digital bahkan di ruang lingkup pribadi sekalipun,” kata Kaspersky.
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, pengguna dapat mengurangi risiko penyalahgunaan akses, menjaga privasi, serta memastikan seluruh akun digital tetap aman setelah berakhirnya sebuah hubungan.

Leave a Reply