loading…
Sekretaris Jenderal Partai Gelora Indonesia Mahfuz Sidik. Foto: Istimewa
“Aliansi Pakta Makkah sebagai instrumen geopolitik baru yang berpotensi mengubah peta kekuatan kawasan Teluk Persia, Timur Tengah dan sekitarnya,” kata Mahfuz Sidik dalam Kajian Pengembangan Wawasan Geopolitik Global bertajuk ‘Kunci Perdamaian Teluk? Menganalisis Dampak Pakta Makkah’ pada Jumat (14/8/2026) malam.
Dia berpendapat, Pakta Makkah bisa saja membuka pintu bagi anggota baru negara-negara muslim lainnya seperti Mesir, Uni Emirat Arab (UEA), bahkan Iran. “Tetapi Arab Saudi, Turki, dan Pakistan akan sangat berhati-hati serta tidak terburu-buru membuka pintu bagi anggota baru,” katanya.
Baca juga: Pakta Pertahanan Mekkah Jadi Sinyal Titik Balik Geopolitik Timur Tengah, Ini 5 Alasannya
Analis Dunia Islam dan Timur Tengah (Timteng) ini menilai Arab Saudi, Turki, dan Pakistan sebagai negara pendiiri aliansi akan memprioritaskan konsolidasi internal, daripada mendahulukan untuk menerima anggota baru. “Sebab, mereka harus memastikan aliansi tiga negara ini menjadi poros yang solid dan teruji terlebih dahulu sebagai instrumen geopolitik penghenti konflik,” jelas Mahfuz.

Leave a Reply