Content creator Ebem Artono akhirnya buka suara terkait polemik kontennya di GIIAS 2026 yang menuai sorotan setelah seorang SPG atau usher mengaku direkam tanpa persetujuan dan dijadikan objek utama video.
Melalui sebuah video klarifikasi, Ebem Artono menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang muncul akibat konten tersebut. Ia mengakui ada perkataan dan tindakan yang seharusnya tidak disampaikan, sekaligus menegaskan dirinya tidak bermaksud membenarkan kesalahan yang telah terjadi.
“Beberapa hari ini sedang ramai terjadinya kegaduhan. Sebelumnya saya, Brian, saya ingin minta maaf atas semua kesalahan yang timbul dari kelakuan saya,” ujar Ebem dalam video klarifikasinya.
Ia kemudian menegaskan bahwa permintaan maaf tersebut ditujukan kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan akibat tindakannya.
“Saya tidak membenarkan, saya hanya meminta maaf atas semua pihak yang merasa didungikan,” katanya.
Ebem juga secara khusus menyinggung pernyataannya mengenai biaya produksi yang sebelumnya menjadi bagian dari polemik di media sosial. Ia mengakui seharusnya tidak menyampaikan hal tersebut, termasuk sejumlah perkataan yang ditulisnya di kolom komentar.
“Saya seharusnya memang tidak mengatakan atas adanya biaya produksi ataupun kata-kata lain yang saya sampaikan di komen,” ucapnya.
Menurut Ebem, klarifikasi tersebut disampaikan untuk meluruskan berbagai narasi yang berkembang di media sosial. Ia menyadari kontroversi yang muncul telah menjadi perhatian publik dan berjanji akan lebih berhati-hati dalam membuat maupun mengunggah konten.
“Lagi-lagi saya hanya mau minta maaf dan mengklarifikasi semua tuduhan. Semua narasi yang beredar di social media,” tutur Ebem.
“Kedepannya saya akan lebih hati-hati lagi dalam memposting video konten yang saya buat,” lanjutnya.
Ebem Artono Ceritakan Awal Mula Membuat Konten
Dalam video tersebut, Ebem Artono juga memberikan penjelasan dari sudut pandangnya mengenai bagaimana ia mulai membuat konten dengan konsep berinteraksi bersama orang yang ditemuinya.
Ia mengatakan konten-konten tersebut pada awalnya dibuat secara spontan. Menurutnya, ia senang berkenalan dengan orang-orang baru dan berinteraksi dengan berbagai kalangan.
“Jadi, awal bikin video itu begini. Awal itu iseng. Awal suka kenal sama orang, iseng-iseng aja,” kata Ebem.
Ia menyebut dirinya pernah berinteraksi dengan berbagai orang, mulai dari warga asing hingga perempuan dan laki-laki yang ditemuinya.
“Kenal sama bule, kenal sama cewe, kenal sama om-om,” ujarnya.
Ebem kemudian mengatakan respons positif dari penonton menjadi salah satu alasan dirinya terus membuat konten. Ia mengaku mendapat banyak komentar dari warganet yang merasa kontennya memberikan inspirasi.
“Dan saya banyak banget dari komen section yang bilang, ‘Thank you mas EBM,’” kata dia.
Dari respons tersebut, Ebem merasa konten yang dibuatnya memiliki dampak positif terhadap dirinya maupun orang lain. Ia mengaku sebelumnya merupakan sosok yang introvert dan merasa lebih percaya diri setelah aktif membuat konten.
“Dari situ saya merasa melawan ketakutan. Awalnya introvert, sekarang jadi extrovert. Awalnya dulu susah nyari kerja, sekarang lebih gampang,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa menurut versinya, konten tersebut sejak awal dibuat bukan dengan niat negatif.
“Dari komen-komen seperti itu saya merasa, wah, video yang saya buat terinspirasi. Niatnya, saya tidak ada niat negatif apapun. Hanya untuk menginspirasi,” ujar Ebem.
Singgung Tuduhan yang Beredar
Ebem Artono turut merespons berbagai tuduhan yang muncul setelah kontennya di GIIAS 2026 menjadi perbincangan. Ia menyadari ada pihak yang merasa keberatan dan menganggap tindakannya bermasalah.
Meski memberikan penjelasan mengenai latar belakang pembuatan konten, Ebem kembali menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud membenarkan tindakan tersebut.
“Segala tuduhan yang timbul mungkin sudah dirana personal. Mungkin ada accusation yang muncul,” katanya.
“Lagi-lagi saya minta maaf dan saya tidak membenarkan,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah sebelumnya seorang SPG yang bertugas di GIIAS 2026 mengungkapkan keberatannya terhadap sebuah video yang menampilkan dirinya sebagai objek utama.
Perempuan tersebut mengaku tidak mengetahui bahwa dirinya direkam secara khusus dalam percakapan dengan kreator konten. Ia juga mempersoalkan penggunaan rekaman tersebut untuk video dengan narasi mengenai cara mendekati perempuan di pameran.
Selain persoalan perekaman tanpa persetujuan, muncul pula tudingan mengenai permintaan sejumlah uang kepada beberapa usher yang meminta agar video mereka tidak diunggah. Klaim tersebut kemudian turut memicu reaksi warganet di media sosial.
Di tengah polemik itu, Ebem akhirnya menyampaikan klarifikasi dan meminta maaf. Ia mengatakan akan berupaya meluruskan persoalan yang berkembang sekaligus melakukan introspeksi terhadap cara dirinya membuat konten.
“Kedepannya saya akan memendariri dan meluruskan semua yang terjadi,” ujar Ebem.
Ia kemudian menutup pernyataannya dengan kembali meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan.
“Terima kasih, sebelumnya saya Brian dan saya minta maaf atas semua kesalahan dari lubuk hati saya. Terima kasih,” tutupnya.
GIIAS 2026 sendiri berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026. Pameran otomotif tersebut menghadirkan lebih dari 150 merek industri pendukung.

Leave a Reply