loading…
Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung lokasi terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu (26/8/2026). Foto/BPMI Setpres
Prabowo menegaskan bahwa keputusannya untuk tidak langsung turun ke lapangan di masa awal tanggap darurat agar seluruh instansi dan petugas di lapangan dapat bekerja maksimal melayani masyarakat tanpa terbebani oleh protokoler kedatangan pejabat pusat.
“Memang sengaja saya di awal-awal saya tidak mau datang, karena saya mau beri kesempatan semua instansi untuk melayani rakyat langsung,” kata Prabowo di Batalyon Teritorial Pembangunan Kabupaten Nagekeo, NTT.
Baca Juga: Update, Jumlah Korban Meninggal Dunia Gempa NTT 105 Orang
Menurutnya, kehadiran pejabat pusat pada masa-masa kritis awal bencana sering kali justru berpotensi memecah konsentrasi para petugas daerah. Prabowo tidak ingin fokus pelayanan kepada korban bencana teralihkan karena urusan penyambutan pejabat.
“Kadang-kadang kalau terlalu banyak pejabat pusat datang, terpecah konsentrasi, jadi pejabat daerah harus menjemput dan sebagainya, itu kadang-kadang ada kecenderungan, akhirnya bisa menjadi mengalihkan fokus pertama,” ujarnya.
Meski tidak hadir secara fisik pada hari-hari pertama gempa, Prabowo memastikan bahwa pemerintah pusat terus memantau situasi secara terus menerus. Baginya, peran terpenting pemerintah pusat bukanlah sekadar meninjau lokasi, melainkan memastikan bantuan dan pelayanan tersalurkan dengan cepat dan tepat sasaran.

Leave a Reply