Layanan pesan instan milik Meta, Facebook Messenger, dilaporkan mengalami gangguan (down) secara luas. Gangguan ini menyebabkan pesan yang dikirimkan ke dalam grup obrolan tertahan dan gagal terkirim, hingga mengganggu aktivitas komunikasi jutaan pengguna.
Gangguan massal tersebut mulai dirasakan pengguna secara global sejak Rabu (22/7) malam. Menariknya, masalah ini dilaporkan hanya berdampak pada obrolan grup (group chat), sementara pesan pribadi antar-akun individu masih berfungsi secara normal.
Kondisi ini memicu keluhan dari berbagai organisasi hingga pelaku usaha yang mengandalkan obrolan grup Messenger sebagai media komunikasi utama pekerjaan sehari-hari.
Instagram dan Threads Turut Terdampak
Tak hanya Messenger, aplikasi lain di bawah naungan Meta seperti Instagram juga mengalami masalah serupa di waktu yang bersamaan.
Berdasarkan data dari situs pemantau gangguan layanan digital, Downdetector, laporan eror untuk platform-platform Meta melonjak tajam secara bersamaan. Gangguan ini terjadi di berbagai platform, baik di versi web maupun aplikasi seluler (mobile), serta dialami oleh pengguna dari berbagai negara tanpa terbatas wilayah geografis tertentu.
Gangguan Beruntun dalam Sepekan
Tumbangnya Messenger ini hanya berselang beberapa hari dari insiden sebelumnya. Pada Sabtu (19/7) lalu, pengguna versi web Facebook sempat dibuat panik lantaran hanya mendapati pesan singkat bertuliskan “Account Temporarily Unavailable” (Akun sementara tidak tersedia) saat mencoba mengakses situs.
Kala itu, ribuan laporan eror mengalir ke situs Downdetector. Masalah tersebut kemudian diselesaikan secara diam-diam oleh pihak Meta tanpa memberikan penjelasan resmi.
Status Meta Masih Tampak ‘Normal’
Sama seperti kejadian-kejadian sebelumnya, halaman resmi Meta Status—yang seharusnya menyajikan data secara real-time mengenai kondisi operasional layanan mereka—justru masih menampilkan status “normal” untuk seluruh layanannya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Meta belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait penyebab gangguan massal yang memicu terhambatnya pekerjaan para pengguna di berbagai belahan dunia tersebut.

Leave a Reply